Tingkatkan Kompetensi SDM, BRMP Hortikultura Selenggarakan Pelatihan Pembuatan Bahan Tayang
Tingkatkan Kompeternsi SDM, BRMP Hortikultura Selenggarakan Pelatihan Pembuatan Bahan Tayang Berbasis Data
Bogor, Rabu, 13 Agustus 2025 – Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Hortikultura (BRMP Hortikultura) menyelenggarakan pelatihan pembuatan bahan tayang sebagai upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam menyiapkan presentasi yang informatif, menarik, dan berbasis data. Kegiatan berlangsung secara hybrid baik luring di Ruang Rapat Krisan BRMP Hortikultura Bogor maupun daring melalui Zoom Meeting bagi peserta dari balai lingkup BRMP Hortikultura.
Acara dibuka oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Eman Sulaiman, S.P., M.Si., yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran pimpinan, narasumber, dan peserta. Dalam pembukaannya, ia mengungkapkan bahwa pelatihan ini menjadi kesempatan berharga untuk memperkuat keterampilan teknis pegawai dalam menyusun bahan tayang yang efektif dan mendukung kinerja organisasi.
Kepala BRMP Hortikultura Dr. Inti Pertiwi Nashwari, S.P., M.Si. dalam arahannya menyampaikan bahwa keterampilan membuat bahan tayang yang menarik, akurat, dan sesuai kebutuhan audiens merupakan kemampuan penting bagi setiap pegawai. Lebih lanjut, Kapus menuturkan bahwa bahan tayang yang efektif dinilai bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga memuat informasi yang tepat sasaran, berbasis data yang valid, serta disajikan dengan alur narasi yang mampu membuat audiens mengingat isi presentasi. Keterampilan tersebut dianggap bermanfaat tidak hanya untuk mendukung pimpinan, tetapi juga untuk keperluan presentasi masing-masing pegawai di berbagai kesempatan.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber Krisnanda Surya Dharma, S.Si., M.Sc., dari Direktorat Jenderal Hortikultura yang memaparkan pengetahuan dan pengalaman terkait teknik penyusunan bahan tayang yang efektif. Materi pelatihan mencakup prinsip-prinsip dasar presentasi, teknik visualisasi data, pemilihan sumber data yang kredibel, hingga pemanfaatan teknologi pendukung.
Dalam sesi pemaparan, narasumber menekankan bahwa presentasi yang efektif memerlukan pesan yang jelas, struktur yang teratur, dan visual yang memperkuat materi. Pemahaman terhadap karakteristik audiens pun turut menjadi faktor penentu dalam menentukan isi dan bentuk bahan tayang. Narasumber juga memaparkan konsep storytelling berbasis data, yang mengharuskan setiap presentasi diawali dengan pemaparan masalah, dilanjutkan analisis, solusi, dan rekomendasi, dengan dukungan visualisasi seperti grafik batang, diagram lingkaran, tren, atau peta tematik.
Selain itu, peserta diajarkan cara memanfaatkan portal data resmi pemerintah dan media data daring yang mengolah informasi dari sumber sah, termasuk BPS, FAO, dan Kementerian Pertanian. Sumber data disarankan untuk selalu dicantumkan, baik sumber primer maupun pihak pengolah visualisasi. Aplikasi seperti Datawrapper dan Mapchart turut diperkenalkan sebagai sarana membuat visualisasi yang bersih dan mudah dibaca, sementara kecerdasan buatan (AI) tak ketinggalan didemonstrasikan sebagai alat bantu penyusunan narasi dan analisis.
Pada sesi diskusi, dikemukakan gagasan untuk mengembangkan portal data internal BRMP Hortikultura dan memperbanyak konten media sosial berbasis data hortikultura. Gagasan ini diharapkan dapat memperkuat peran BRMP sebagai pusat informasi modernisasi pertanian dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap data yang disajikan.
Sebagai penutup, Kapus berharap kegiatan ini dapat memotivasi peserta untuk mempraktikkan teknik yang telah dipelajari dan membentuk tim kerja dengan pembagian peran yang jelas, sehingga mampu menghasilkan bahan tayang yang kredibel, menarik, serta bermanfaat bagi masyarakat.